Senin, 26 Maret 2012

Kenapa Kita Butuh Tidur?

Pertanyaan ini masih membingungkan ilmuwan, tapi sekarang ada beberapa teori menarik yang menjelaskan kebutuhan kita untuk tidur tiap hari.

Kebanyakan orang butuh delapan jam untuk tidur. Yang lainnya bisa sampai empat jam saja. Tapi yang digaris bawahi adalah bahwa setiap orang butuh tidur - tidur sama pentingnya seperti bernapas dan makan. Namun, meskipun sudah diteliti beberapa dekade, ilmuwan (scientists) masih tidak tahu kenapa kita melakukannya (tidur).
Hak cipta gambar : Thinkstock

Tetapi, ada beberapa petunjuk dan teori menarik. Satu petunjuk yang jelas adalah bahwa kita merasa lebih baikan (nyaman) setelah tidur malam, dan lebih buruk apabila kita tidak bisa tidur dengan nyenyak. Bagi manusia kebutuhan tidur sangatlah kuat bila kita melewati beberapa hari tetap bangun (tidak tidur) - seperti orang yang tidur berdiri, biarpun kena tendang atau memainkan musik dengan suara keras di dekat mereka. Dengan hari-hari tanpa tidur, orang-orang akan merasa galau, pelupa dan berhalusinasi. (Misalkan kamu membayangkan, rekor dunia untuk tidak tidur selama sebelas hari)

Tapi mengumpamakan kita tidur karena kita lelah adalah ibarat kita makan karena kita lapar - karena itulah kita tidur, yang sebenarnya kita tidak terlalu membutuhkannya.

Pertolongan pada ingatan (Memory Aid)

Satu teori yang muncul beberapa tahun belakangan ini bahwa tidur membantu kita untuk memproses dan memperkuat ingatan baru. Sistem ingatan kita adalah bayangan psikologis, dan beberapa studi telah menyatakan bahwa tidur memberikan pemeliharaan di dalam psikologis itu sendiri.

Contohnya, Matthew Walker dan rekan-rekannya dari Universitas California memberikan relawan tes kemampuan seperti mengingat urutan-urutan pola/gambar grafik api di komputer. Sebagian relawan mempelajari pola ini pada saat pagi, dan sebagiannya lagi pada saat malam hari. Untuk mentes ingatan mereka Walker membawa mereka kembali ke laboratorium - Relawan pagi hari kembali setelah semalaman penuh bangun (tidak tidur), Relawan malam hari kembali setelah tidur malam. Tentu saja, relawan yang tidur pada malam hari yang mempunyai ingatan lebih baik pada tes pola tersebut.

Ngomong-ngomong, ada berita bagus untuk yang tidur siang atau yang suka tidur. Perbandingan yang sama menunjukkan bahwa kamu bisa mendapatkan ingatan yang bagus dari tidur pada siang hari. Jadi, apabila kamu belajar atau bekerja keras di pagi hari, jangan terlalu memaksakan dirimu apabila mata kamu agak mengantuk.

Satu pemikiran di sekolah adalah bahwa tidur menolong memori/ingatan kita dari menyegarkan dan menyusun kembali ingatan itu tanpa mengganggu pemikiran kita di saat bangun. Buktinya datang dari beberapa studi yang menggunakan metode merekam otak secara langsung. Contohnya, ketika tikus dilatih untuk menemukan jalan mereka di jalan labirin (jalan kecil dengan banyak belokan dan rintangan), otak mereka menghasilkan pola aktivitas yang sama selama tidur seperti ketika mereka telah melakukan latihan itu - menunjukkan bahwa otak membangun/menyusun kembali pengalaman yang telah dilewati.

Istirahat dapat membantu mengurangi pengalaman-pengalaman yang buruk juga. Sebuah studi yang diterbitkan tahun lalu oleh grup Walker telah menghasilkan kesimpulan yang menarik bahwa otak juga dapat menangani ingatan yang tidak menyenangkan ataupun kejadian traumatik pada saat tidur.

Mimpi

Dari sini kita juga memperoleh pemahaman penting tentang fenomena menarik dari mimpi. Petualangan gila ini terjadi disaat kita tidur mungkin adalah sebuah produk ingatan kita yang secara acak aktif untuk tetap
menjaga kesegarannya, dan pikir kita mencari hubungan semua hal yang baru-baru saja kita alami.Ini bisa juga menjelaskan kenapa halusinasi mengiringi kurang tidur. Tanpa ada kesempatan untuk menyusun kembali ingatan kita di saat tidur, menyebabkan kesulitan dalam membedakan kehidupan batin kita dari kenyataan.

Sebagian besar informasi ini menyebabkan spekulasi. Tidur seperti meyetel otak, tubuh kita menggunakan kesempatan ini untuk melakukan daftar tugas rumahan, contohnya, memperbaiki sel-sel yang rusak.

Tapi beberapa ilmuwan berpendapat bahwa tujuan dari tidur mungkin tidak untuk menyegarkan. Faktanya, mereka berpendapat tentang pertanyaan "kenapa kita tidur?" adalah salah, dan pertanyaan harus ada sebenarnya "kenapa kita bangun?". Apabila kamu aman dan hangat dan mendapat makanan, sangatlah membuang energi untuk bangun dan bergerak di sekitar (dan mungkin mendapat masalah). Lebih baik, argumen tentang ini diabaikan, bangunlah disaat kamu butuh dan tidurlah ketika itu memenuhi keinginanmu.

Satu hal yang pasti, tidak hanya kita harus untuk tidur saja, tapi itu juga bagus untuk pikiran dan tubuh kita juga. Meskipun setiap orang butuh jumlah tidur yang berbeda, rata-ratanya adalah sekitar tujuh jam - dan orang yang tidur kurang dari pada itu mempunyai resiko tinggi memiliki berbagai penyakit. Seperti penyakit jantung, dan berumur pendek.

Jadi daripada merasa bersalah akibat suka tidur siang, pikir tentang betapa bermanfaatnya tidur bagi kamu.

Sumber :

BBC

1 komentar: